Sabtu, 13 Juni 2015

Bukit Serelo Lahat, Sumsel.

Bukit Serelo (Bukit Tunjul/Telunjuk, Lahat, Sumsel. Dinamakan Bukit Telunjuk, karena bentuk gunung tersebut menyerupai jari yang menunjuk kearah langit. itulah keunikan dari bukit tersebut, selain itu, disekitar bukit mengalir air sungai yang sangat jernih sehingga menambah keindah an alam disekitar bukit.

Bukit Serelo terletak sekitar 20 km dari kota Lahat. Penduduk setempat menyebutnya Bukit Tunjuk (sebagi an menyebutnya sebagai gunung Jempol, padahal cuma terlihat se- perti bukit, aneh), karena bentuk puncaknya yang mirip telunjuk yang mencuat ke langit.  Dari Muara Enim, menjelang 20 km memasuki kota Lahat, bukit itu terlihat jelas di sebelah kiri. Dibawahnya terdapat sebuah kompleks untuk menjinakkan, melatih, dan mendidik gajah. Sekitar 40 ekor sudah dijinakkan di tempat ini, namun baru sebagian yang dapat diandalkan untuk para pengunjung.

LEGENDA ;

Konon di sebuah desa tinggallah seorang ibu dan anak. Ibu dan anak itu hidup dengan miskin. Si anak suka melawan orang tua dan anak itu juga setiap hari hanya ingin makan kalau lauknya ikan. Ibunya pun setiap hari juga pergi ke sungai untuk memancing ikan. Tapi, lama-kelamaan ikan di sungai itu habis, karena setiap hari selalu ditangkap. Sang ibu pun berkata pada anaknya “anakku, ikan di sungai telah habis. Bagaimana bila kamu tidak usah makan ikan lagi?”. Anak itu pun menjawab “ibu, aku tidak mau makan kalau bukan selain ikan!”. Ibunya pun bingung, dengan tingkah anaknya itu yang hanya mau memakan ikan. Karena bingung ibu itu masuk ke dalam hutan. Dan berkata lah ibu itu di dalam hutan dengan sedih “ya Tuhan, mengapa anakku tidak makan yang lain selain ikan? Sedangkan ikan di sungai itu telah hampir habis. Seandainya aku bisa jadi gunung telunjuk, aku ingin supaya anak ku melihat ku sebagai sebuah gunung”.

Permohonan ibu itu terkabul. Saat itu juga sang ibu menjadi sebuah gunung, dan bentuk gunung itu pun seperti jari telunjuk. Di rumah anak itu pun mencari ibunya kemana-mana, hingga akhirnya dia masuk ke dalam hutan. Dia menemukan sebuah gunung yang berbentuk telunjuk, dan telunjuk itu mengarah kepada anak itu. Anaknya itu pun akhinya sadar bahwa gunung itu adalah ibunya. Karena pada gunung itu ada benda milik ibunya. Anak itu hanya bisa menangis dan berteriak “ibu.. kenapa ibu menjadi sebuah gunung” sambil membenturkan kepala nya ke pohon. Akhirnya anak itu pun mati dan ibunya tidak bisa berbuat apa-apa lagi karena telah menjadi gunung telunjuk.