Selasa, 27 Oktober 2015

Legenda Pengantin Pria Jawa

Legenda asal usul UNTAIAN MAWAR MELATI PADA HULU KERIS PENGANTIN JAWA ; PERTEMPURAN ARYA PENANGSANG versus SUTAWIJAYA ; Arya Penangsang berangkat ke medan perang menaiki kuda jantan yang bernama Gagak Rimang. Kuda Gagak Rimang dengan penuh nafsu mengejar Sutawijaya yang mengendarai kuda betina, melompati bengawan. Perang antara pasukan Pajang dan Jipang terjadi di dekat Bengawan Sore. Akibatnya perut Arya Penangsang robek terkena tombak Kyai Plered milik Sutawijaya. 

Meskipun demikian dengan kesaktian yang dimiliki oleh Penangsang membuatnya tetap bertahan. Ususnya yang terburai dililitkannya pada gagang keris yang terselip di pinggangnya. Penangsang berhasil mering- kus  Sutawijaya. Saat men cabut keris SETAN KOBER (Baca Keris Kyai Setan Kober) ; untuk membunuh Sutawijaya, usus Arya Pe - nangsang  malah terpotong sehingga menyebabkan ke- matiannya.

Kisah kematian Arya Penangsang MELAHIRKAN TRADISI BARU DALAM SENI PAKAIAN JAWA, khususnya BUSANA PENGANTIN PRIA. 

Pangkal keris yang dipakai pengantin pria umumnya dihiasi UNTAIAN BUNGA MAWAR dan MELATI. Ada 2 versi yang berbeda tentang hal ini ;

1) Ini merupakan LAMBANG PENGINGAT supaya pengantin pria tidak BERWATAK PEMARAH dan INGIN MENANG SENDIRI Sebagaimana WATAK ARYA PENANGSANG.

2) Ini diibaratkan sebagai lambang KEGAGAHAN ARYA PENANGSANG. ; Meskipun telah TERBURAI ISI PERUTNYA, namun Arya Penangsang TETAP MASIH MAMPU TEGAP BERDIRI hingga TITIK DARAH PENGHABISAN. Dari perlambang itu, diharapkan SANG PENGANTIN LAKI-LAKI kelak bisa menjaga KEMAKMURAN, KEBAHAGIAAN, KEUTUHAN dan KEHORMATAN RUMAH TANGGA meski dalam keadaan KRITIS seperti apa pun. Seperti halnya ARYA PENANGSANG yang TETAP MEMEGANG PRINSIP hingga ajal tiba.

Tidak ada komentar: