Minggu, 22 November 2015

Museum Le Mayeur, Bali

Pada tahun 1956 Menteri Pendidikan Pengajaran dan Kebudayaan RI yaitu Bahder Djohan berkunjung ke rumah Le Mayeur. Beliau sangat terkesan dengan karya seni Le Mayeur, dan mencetuskan gagasan untuk menjadikan rumah tinggal Le Mayeur sebagai museum agar karya seninya dapat dilestarikan. Gagasan ini disambut baik oleh Le Mayeur maka pada tanggal 28 Agustus 1957 dengan akte hadiah nomor 37 Le Mayeur menghadiah kan hak miliknya kepada Ni Pollok dan pada hari yang sama Ni Pollok sebagai pewaris selanjutnya mempersembahkan kepada Pemerintah Indonesia berdasarkan akte hadiah nomor 38.

Lokasi Museum

Museum Le Mayeur terletak di tepi Pantai Sanur, termasuk dalam wilayah Banjar Pekandelan, Sanur Kaja. Untuk mencapai lokasi hanya dapat dicapai melalui jalan setapak yaitu pada ujung Jalan Hang Tuah ke kanan ± 70 m. Adapun  batas-batasnya adalah sebagai berikut:
- Sebelah Timur: Pantai Sanur
- Sebelah Barat: Penginapan Ni Pollok
- Sebelah Utara: Pura Dalem / Hotel Dewangkara
- Sebelah Selatan: Hotel Grand Bali Beach.

Transportasi

Jarak tempuh museum Le Mayeur dengan tempat-tempat penting lainnya seperti
- museum - Denpasar ± 7 km (± 15 menit perjalanan)
- museum - Bandara Ngurah Rai ± 14 km (30 menit perjalanan)
- museum - Gilimanuk ± 141 km (± 2 jam perjalanan)
- museum - Padang Bay ± 60 km (± 1 jam perjalanan)
- museum - Terminal Ubung ± 10 km (± 20 menit perjalanan)
- museum - Terminal Kreneng ± 5 km (± 10 menit perjalanan)
- museum - Terminal Batubulan ± 7 km (± 15 menit perjalanan)
- museum - Kuta ± 15 km (± 45 menit perjalanan).

Koleksi

Koleksi utama museum Le Mayeur adalah berupa 88 buah lukisan  karya maestro terkenal  berkebangsaan Belgia yaitu Andrien Jean Le Mayeur de Merpres dengan aliran/gaya impresionis. Dari 88 buah lukisan tersebut: ;

4 buah dibuat pada tahun 1921, 04 buah dibuat pada tahun 1927, 03 buah dibuat pada tahun 1928,28 buah dibuat pada tahun 1929,03 buah dibuat pada tahun 1930,14 buah dibuat pada tahun 1938,23 buah dibuat pada tahun 1942, dan10 buah dibuat pada tahun 1957.

47 lukisan mengambil tema Bali, sedangkan bahan yang digunakan adalah sebagai berikut;28 buah diatas kanvas,25 buah diatas hand board, 06 buah diatas tripleks,07 buah diatas kertas dan22 buah diatas Bagor.

Pengelolaan Museum

Pada awal tahun 50-an, kondisi kesehatan Le Mayeur mulai menurun. Pada tanggal 27 Mei 1958 Le Mayeur Sang Maestro ygn berusia 78 tahun itu meninggal dunia dan jenasahnya dimakamkan di pemakaman keluarga Ixelles, Brussel. Pengelolaan selanjutnya dialkukan oleh Ni Pollok. Pada tanggal 27 Juli 1985 Ni Pollok meninggal dunia, maka perusahaan seni lukis ditinggalkannya kini milik Pemerintah Indonesia yang dikelola oleh Pemerintah Daerah Propinsi Bali.

Saat ini Museum Le Mayeur dikelola oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Bagian Proyek Pembinaan Permuseuman Bali. Pemeliharaan daya tarik wisata Museum Le Mayeur ini rutin dilakukan oleh pegawai-pegawai museum setempat seperti melakukan pembersihan gedung dan benda-benda yang dipamerkan secara berkala. Pengelolaan Museum Le Mayeur ini juga mengambil dana melalui retribusi atau pungutan biaya masuk ke museum 

Museum Le Mayeur merupakan salah satu museum terbaik dengan pengelolaan yang baik di bawah Pemerintah Daerah Propinsi Bali dengan koleksi 88 lukisan dari sang maestro Le Mayeur. Semua lukisan itu merupakan karya terbaik dan curahan hati beliau yang dilukis dalam berbagai instrument.

Museum Le Mayeur sangat layak dikunjungi sebagai bentuk dari kepedulian akan budaya Bali yang semakin pudar oleh jaman dan sebagai suatu inspirasi untuk pelukis-pelukis muda di Bali agar bisa bersaing dan melesatrikan budaya bali melalui seni dan budaya.

Tidak ada komentar: